Rabu, 13 Mei 2026

SUARA PELANGGAN (AMS customer satisfaction survey)


AMS sebagai distributor ternama  Menerapkan fokus pada pelanggan (customer focus).

Yang dimasud Pelanggan adalah Outlet dan Principal.




Di slip gaji kitapun ada tertera kalimat 

Gaji anda berasal dari CUSTOMER anda. Apakah anda sudah follow up SEMUA CUSTOMER ANDA ???.

Apakah kita sudah mendengar Voice of Customer atau SUARA PELANGGAN?

Bagi kita sebagai distributor multidist artinya PRINCIPAL memilki banyak distributor sebagai pilihan pelanggan untuk memesan produk.

Misal : 

Pharos , kita bersaing dengan PPG 

DKT, bersaing dengan UDC dll.

Suara pelanggan ini harus di dengar sebagai sarana perbaikan secara rutin & meningkatkan kinerja baik sales & collection.

Saat ini bisnis kita sebagian besar "diambil " oleh distributor kompetitor karena sudah pasti customer tidak puas dengan kita (baik outlet maupun principal).



Tujuan Mendengar Suara Pelanggan untuk mengukur kualitas pelayanan kita ; mencari tahu kenapa outlet tidak puas dan mengalihkan order ke distributor sebelah apakah :

Pelayanan team sales, ketersediaan stock, kecepatan pengiriman & pelayanan karyawan ??

 Tujuan akhir memang meningkatkan Keiintiman dengan pelanggan sehingga Brand atau nama AMS selalu di hati pelanggan , tentunya orderan beralih ke AMS.

Kita canangkan "Rebut Hati Pelanggan" untuk merebut share principal di outlet

Voice of customer atau Suara Pelanggan akan di lakukan di Region 2 saja :

Tangerang, Lampung, Palembang, Pontianak, Samarinda & Banjarmasin.

Untuk bersama sama memperbaiki kinerja bukan menyalahkan.

Teman-teman hanya share link survey atau foto barcode ini ke seluruh pelanggan di cabang masing-masing selama periode survey.

Survey menerapkan NPS (Net Promotor Score).

Tunggu tanggal mainnya👆karena dalam produksi









Minggu, 10 Mei 2026

Kisah Sukses SR Cabang SBY1

         


    SEMANGAT PAGI!

        Ketika mengamati kunjungan salah satu SR di cabang SBY 1, SR ini kita sebut namanya "Samurai" selalu mendapat order di 3 apotik diatas 16 item per outlet per hari, ketika pengamatan di 3 apotek : apotek A order 18, apotek B order 16 dan apotek C order 19.

Cara yang dilakukannya adalah :

1.Proses Input EC 15552 dengan BENAR

si Samurai memastikan kondisi outlet yang sesuai dengan inputan. selama berinteraksi dengan outlet, samurai selalu mengamati kebutuhan dan keinginan outlet dengan baik dan melihat potensi outlet bahkan membuat catatan kecil sendiri untuk analisa tiap pelanggan.

misal outlet yang ada didepan Rumah Sakit, tidak otomatis selalu order produk ethical kita perhatikan item produk yang dijual disana dan pasien yang beli mencari produk apa saja.

biasakan kunjungan Selalu mengamati pola dan peluang penawaran di outlet selain itu samurai diskusi dengan Salesman distributor lain untuk menambah informasi kebiasan pembelian di tiap oitlet.

2.Pastikan stock tersedia

Tak kalah penting adalah samurai selalu memastikan stock ada di 18 Item group yang akan kita tawarkan

3.Cari waktu yang pas untuk kunjungan

Kunjungan memerlukan waktu yang tepat , samurai menanyakan waktu yang pas ke PIC untuk order sehingga diaturlah kunjungan harian disesuaikan best time si PIC.

4.Siapkan Proses order

Samurai menyiapkan alat perang seperti  kertas , pulpen. daftar harga, ketentuan program serta kalkulator ketika mulai bertemu PIC outlet untuk mencatat, menghitung dan menyarankan order

5.Disiplin dalam menawarkan

Proses penawaran tidak perlu terlalu lama, estimasi 20 menit & maksimal 30 menit sudah selesai yang terpenting adalah Penawaran urutan proses EC 15552 secara DISIPLIN.

Jangan sampai kita buat rencana EC-15552 tidak kita jalankan karena dikejar-kejar waktu

6.Tuntaskan orderan sampai terkirim ke outlet

Ketika sudah input order , tidak lupa samurai MENUNTASKAN sampai  terkirim di hari yang sama orderan outlet tersebut.

jika ada hambatan, samurai menyampaikan ke outlet misal keterlambatan kiriman, stock tidak dipenuhi semua dll.

7.Analisa singkat di sore hari untuk proses EC-15552 yang dilakukan.

tujuannya samurai agar bisa memperbaiki dikunjungan berikutnya, samurai diskusi dengan SC setiap sore sebagai bahan evaluasi harian.

Nah teman-teman SR harus memiliki Jiwa ini, perlakuan Samurai ke outlet yang bisa menyukseskan 15552.



Sabtu, 02 Mei 2026

Kisah Sukses SR

 


 kisah tentang Andi, seorang sales representative di distributor FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang terkenal selalu melampaui target bulanan (over-achiever), bahkan di area yang dianggap "mati" oleh salesman lain.

Rahasianya bukan pada kepandaian bersilat lidah, melainkan penguasaan teknik Effective Call (kunjungan efektif) yang disiplin.

Berikut adalah cerita dan teknik yang diterapkan Andi untuk memastikan setiap kunjungan berbuah penjualan:

1. Persiapan: "Perang Dimenangkan Sebelum Dimulai" (Call Plan) Andi tidak pernah datang ke toko tanpa rencana. Sebelum berangkat, ia menghabiskan 15 menit untuk:Menganalisis data:

Ia mengecek riwayat pembelian toko X melalui tabletnya (aplikasi sales). Andi tahu produk apa yang akan habis dalam 2 hari dan produk apa yang stoknya masih banyak.

Menyusun Rute (Route Mapping): Andi menyusun rute melingkar yang efisien agar waktu tempuh minim dan waktu di toko maksimal.Membawa Target & Promosi.

 Ia menyiapkan "cerita" promosi, misalnya: "Bu, bulan ini ada diskon sabun cuci piring. Kalau beli 5 karton, dapat bonus

1. Stok Ibu tinggal sedikit, pas kalau ambil sekarang".

2. Pendekatan & Hubungan Baik (Build Rapport) Andi tidak langsung jualan saat masuk toko.Humanis: Ia menyapa pemilik toko dengan nama, menanyakan kabar keluarganya, atau memberikan komentar positif tentang penataan toko.

Pendekatan Soft Selling: Andi mendengarkan keluhan pemilik toko tentang produk kompetitor atau masalah stok, bukan langsung memaksakan produknya sendiri.

3. Teknik Effective Call saat Di TokoAndi menerapkan formula 7 Langkah Kunjungan yang disiplin:

Pengecekan Stok (Stok Opname): Ia langsung ke rak, mengecek fisik produknya. Ini krusial agar ia tahu kebutuhan riil, bukan sekadar menebak.Merchandising

(Penataan): Sebelum bicara order, Andi menata produknya agar lebih terlihat (eye-level), membersihkan debu, dan memastikan harga terpasang. Ini membuat toko senang.

Penawaran Berbasis Data (Sell-In): Andi berkata, "Pak, rata-rata penjualan kecap ini 10 botol per minggu. Stok di rak sisa 2, di gudang kosong. Saya sarankan ambil 12 botol agar tidak kehilangan potensi penjualan di akhir pekan." Ini membuat penawaran sulit ditolak.

Handling Objection (Menangani Penolakan): Jika toko bilang "Uang belum ada," Andi menawarkan opsi kredit yang diizinkan perusahaan atau menukar produk yang lambat laku dengan yang cepat laku.

4. Closing & Evaluasi Pastikan Closing: Sebelum keluar, Andi mengonfirmasi: "Oke, jadi 10 karton kopi, 5 karton sabun. Sampai hari Kamis ya Pak."Catat & Evaluasi: Setelah keluar toko, Andi langsung mencatat hasil kunjungan di aplikasi. "Toko ini minggu depan harus didatangi lagi untuk produk Y," pikirnya. Ia memastikan setiap kunjungan bernilai transaksi (effective call).

Uber Setoran

Mengenal Kunjungan Sales

 



Dalam dunia bisnis, sales call merupakan salah satu taktik penjualan yang efektif untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang sudah ada . produk atau layanan serta menawarkan solusi yang relevan bagi mereka.  Di sini, Anda akan mengetahui tentang apa itu sales call , jenis-jenisnya, serta strategi efektif yang dapat digunakan untuk mencapai hasil maksimal. Simak sampai habis!

Apa Itu Sales Call?

Secara umum, sales call artinya Kunjungan yang dilakukan oleh tim penjualan kepada calon pelanggan atau pelanggan saat ini. pemahaman mendalam mengenai kebutuhan mereka. 

Sales Call yang Efektif

Penting untuk mempersiapkan skrip atau pedoman yang dapat membantu mencapai tujuan percakapan. 

1. Mengenalkan Solusi dengan Bahasa Sederhana

Saat pertama kali berbicara dengan pelanggan, fokuslah pada pengenalan singkat tentang produk atau layanan yang dapat memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi. Misalnya, "Halo, Pak/Bu [Nama], saya ingin memperkenalkan [Nama Produk/Layanan] yang dapat membantu [penyelesaian masalah].

2. Mengajukan Pertanyaan yang Menggali Kebutuhan Pelanggan

Salah satu strategi penting dalam sales call adalah mengajukan pertanyaan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Contohnya, “Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat ini dalam hal [bidang bisnis terkait]?” atau “Bagaimana Anda biasanya mengelola [masalah yang terkait dengan produk kita]?”

3. Membangun Kepercayaan melalui Bukti Nyata

Berikan contoh kasus atau testimoni pelanggan lain yang telah berhasil menggunakan produk atau layanan Anda. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan, “Banyak pelanggan kami yang mengalami peningkatan [keuntungan atau solusi] setelah menggunakan [nama produk].”

Strategi Efektif dalam Sales Call

Untuk meningkatkan efektivitas sales call, berikut ini ada 5 strategi yang dapat bisnis Anda terapkan:

1. Riset Sebelum Kunjungan

Riset tentang calon pelanggan sangat penting sebelum melakukan sales call. Memahami latar belakang perusahaan atau individu yang akan dihubungi dapat membantu Anda menyesuaikan pesan dengan kebutuhan spesifik mereka, sehingga panggilan lebih relevan dan berpeluang besar berhasil.

2. Gunakan Pendekatan Soft Selling

Pendekatan soft selling atau pendekatan yang lebih santai dan tidak memaksa sering kali lebih efektif dalam sales call.

3. Fokus pada Nilai Tambah, Bukan Harga

Dalam banyak kasus, pelanggan lebih tertarik pada nilai yang ditawarkan daripada harga produk itu sendiri.

4. Manfaatkan Teknologi dan Data

Dengan bantuan teknologi , tim sales dapat melakukan segmentasi dan menargetkan audiens yang sesuai dengan strategi penjualan mereka.

5. Jangan Lupakan Follow-Up

Tindak lanjut setelah sales call adalah bagian penting dari strategi ini. Follow-up tidak hanya menunjukkan komitmen Anda dalam memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga memungkinkan untuk memperkenalkan produk atau layanan tambahan yang relevan.

Tips Menangani Tantangan dalam Sales Call

Sales call bukan tanpa tantangan. Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi tantangan yang umum terjadi:

1. Penolakan

Penolakan adalah hal yang umum dalam sales call , terutama pada cold call. Jangan merasa putus asa; jadikan penolakan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan cara penyampaian pesan di masa depan.

2. Menjaga Percakapan Tetap Terfokus

Saat berhadapan dengan calon pelanggan yang banyak bertanya atau ragu, penting untuk menjaga percakapan tetap fokus pada solusi yang ditawarkan.

3. Membangun Hubungan yang Berkelanjutan

Jangan hanya berfokus pada penjualan saat ini. Anda perlu memikirkan tentang bagaimana membangun hubungan yang bisa bermanfaat dalam jangka panjang. Sales call adalah salah satu cara efektif untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan dan mengarahkan mereka pada solusi yang bermanfaat bagi bisnis mereka . sudah ada.  


Kaltim Deras

Kaltim Silahturahmi tetangga kecil di Depok, sekarang konglomerat Tenggarong kabuptaen kutai kartanegara Kaltim Rs Hermina IKN Rs Mayapada I...